Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, menghadiri dan memberikan sambutan pada acara Silaturahmi dan Deklarasi Jam’iyyah Mudarasatil Qur’an Lil Hafizhat (JMQH) Kabupaten dan Kota Pekalongan, di Pendopo Kabupaten Pekalongan di Kajen, Senin (16/9/2019). Hadir pula Ketua Sementara DPRD Dra. HJ. Hindun, MH., para Asisten Sekda, Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan sekaligus istri Bupati Ny. Munafah Asip.

Pada silaturahmi dan deklarasi tersebut juga dilantik pengurus JMQH Kabupaten dan Kota Pekalongan periode 2020-2024. Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum JMQH Umi Hj. Maftuhah Minan AS.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi silaturahmi dan deklarasi tersebut juga dilantik pengurus JMQH Kabupaten dan Kota Pekalongan periode 2020-2024.

Dalam sambutannya, Bupati Asip menerangkan bahwa JMQH harus didukung dan disupport karena pemerintah membutuhkan tidak hanya ayat suci Al-Qur’an yang kita baca tiap hari, tetapi juga kontekstualisasi ajaran-ajaran Al-Qur’an dalam penerapan pemerintahan.

“Kabupaten Pekalongan selalu bertumpu pada kaidah ajaran yang tidak boleh bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah Rasul. Mendesain kebijakan untuk kemaslahatan umat. Alangkah naïf dan celakanya apabila kita mendesain kebijakan tetapi tidak tertumpu pada hokum Allah SWT,” ucapnya.

Kata Bupati, para Hafizhat yang melantunkan dan menghafalkan ayat Al-Qur’an sampai 30 Juz di pendopo Kabupaten mempunyai maksud agar Kabupaten Pekalongan mendapatkan berkah dan diridhoi Allah SWT.

“Berkah dari kehadiran para hafidzah sangat diperlukan demi menunjang terwujudnya pemerintahan yang bagus untuk kemaslahatan umat. Tanpa dukungan dari para kyai, para habaib, para hafidz dan hafidzah, kami tidak bisa mencapai cita-cita yang kita inginkan dalam membangun Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.

Ditegaskan Bupati, pihaknya tidak saja membangun jalan, jembatan, pasar, rumah sakit, tempat-tempat pendidikan, perguruan tinggi dan sarana yang lain, akan tetapi juga melakukan penguatan lembaga-lembaga pendidikan agama.

Diterangkan Bupati, di pendidikan agama tingkat dasar Kabupaten Pekalongan hampir mempunyai 52ribu santri TPQ, Paud/Madin. Kemudian juga punya tidak kurang dari 7ribu ustad/ustadzah yang mengajar di TPQ, Paud/Madin.

“Kita juga mendapat barokah, ternyata kita mempunyai ratusan hafidz/hafidzah yang merupakan potensi besar bagi Kabupaten Pekalongan terutama dalam bidang penguatan nilai-nilai agama Islam,” terang Bupati.

Di akhir sambutan Bupati menyampaikan semoga dengan dilantiknya pengurus JMQH Kabupaten dan Kota Pekalongan ini bisa terus menghasilkan hafidzah (perempuan penghafal Al-Qur’an) yang banyak sehingga Kabupaten Pekalongan selalu mendapat Barokah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here