Sebagai salah satu ruang untuk mengekspresikan seni sastra, Kolektif Lingkar Pena Pekalongan melaunching buku kumpulan atau antologi puisi yang diberi judul “Dialektika”.

Launching buku antologi tersebut diselenggarakan oleh Sanggar Sinau Permata di Wana Wisata Sikujang, Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan, Minggu (15/9/2019) yang diisi dengan beragam kegiatan diantaranya kreatifitas seni.

Panitia Launcing Antologi puisi, Thoriq Akbar mengatakan, buku antologi tersebut merupakan kumpulan dari puisi komunitas lingkar pena. “disini kita resmikan bersama buku yang kita buat, buku ini juga merupakan fasilitas dan wadah bersama bagi komunitas pecinta seni,” katanya.

para peserta launcing Buku Antologi Puisi Dialektika disuguhi berbagai kreasi seni

Selain, dari Pekalongan, kegiatan tersebut, kata Akbar, juga diikuti oleh komunitas pecinta seni dan puisi dari Kabupaten Pemalang dan bahkan dari Semarang. “dari Pemalang ada komunitas omah umbu, ruang kita dan sung baca book island sedangkan dari Pekalongan ada komunitas UKM Musik, Blue Society dan komunitas musik,” ujarnya.

Dirinya berharap, acara ini tidak hanya sekali dilangsungkan, akan tetapi ada kegiatan lain pasca dilaunchingnya buku antologi puisi yang pertama ini. “yang jelas, secepatnya akan kita buat buku antologi puisi yang kedua setelah acara ini,” harapnya.

Sementara, salah seorang peserta asal Pekalongan Adib menuturkan, acara launching buku antologi puisi dialektika sangat bagus dan dirinya mengaku belum pernah mengikuti kegiatan serupa di Pekalongan sebelumnya. “menurut saya ini adalah kegiatan yang luar biasa, namun acara launching buku seolah tenggelam oleh acara hiburan, kedepan lebih ditonjolkan tentang bukunya baik diskusi atau pembacaan puisi oleh masing-masing penyair,” terangnya.

Dirinya mengaku sangat bangga bisa ikut terlibat dalam buku antologi tersebut, karena jika membuat antologi sendiri bisa membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. “saya berharap anak-anak Pekalongan terus berkarya, sehingga tidak kalah dengan anak-anak dari kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Jogjakarta,” pintanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here