Omzet Pekan Raya Kajen 2019 mencapai 10,5 Milyar rupiah yang terdiri dari omzet dengan transaksi cash sebanyak 10 milyar dan dengan transaksi non tunai atau dengan Brizzi mencapai 500 juta rupiah.

Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan UMKM Kabupaten Pekalongan Hurip Budi Riyantini dalam penutupan Pekan Raya Kajen 2019 di alun-alun Kajen, Minggu (15/9/2019) malam. Diakuinya omzet dengan transaksi non tunai masih jauh dari harapan namun untuk transaksi cash cukup optimal. “untuk jumlah pengunjung sendiri ada sebanyak 400 ribu orang hal itu sesuai dengan target semula,” katanya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan UMKM Kabupaten Pekalongan Hurip Budi Riyantini saat memberikan sambutan penutupan Pekan Raya Kajen 2019.

Pekan Raya Kajen 2019 sendiri melibatkan 500 lebih pedagang kaki lima (PKL) dengan masing-masing omzetnya dalam sehari mencapai 1 hingga 8 juta rupiah. “selain itu juga diisi acara penunjang seperti kesenian tradisional, live musik, tari dari 11 komunitas dan melibatkan 1.916 orang dari Kabupaten Pekalongan,” jelasnya.

Dalam PRK tahun ini mengambil tema Beauty of Pekalongan yang merupakan akronim dari batik, ecotourism, agricultur, unik kultur, tourism, dan ‘your best investation’. “kegiatan PRK dilangsungkan mulai dari tanggal 8 hingga 15 September 2019 dari jam 14.00 sampai pukul 22.00 WIB yang di kelola oleh anak-anak muda Kabupaten Pekalongan,” tuturnya.

Salah satu yang berbeda dari pelaksanaan PRK 2019, kata Hurip, diantaranya yakni ada hadiah umroh, sepeda motor dan hadiah lainnya, serta dibagi menjadi empat zona diantaranya zona keluarga, zona multi produk, kuliner dan zona OPD dan instansi. “saya ucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang mendukung acara ini, kami akui PRK 2019 masih ada kekurangan yang akan kami jadikan evaluasi bagi penyelenggaraan kedepan,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here