Pengunjung Pekan Raya Kajen (PRK) 2019 optimis dapat memenuhi target, dari tiga hari pelaksanaan setiap harinya PRK rata-rata dikunjungi 25 ribu masyarakat.

Demikian disampaikan Event Director PRK 2019 Satria Yanuar Akbar, dalam jumpa pers di media centre PRK 2019, Rabu (11/9) siang. Pers conference ini dihadiri oleh perwakilan OPD, budayawan, paguyuban PKL, paguyuban pasar tiban, jajaran Polres Pekalongan maupun Kodim 0710 Pekalongan, wartawan, dan LSM.

Satria mengatakan, dari hasil catatan pengunjung di dua pintu masuk utama dalam tiga hari kemarin rata-rata tercatat ada 17 ribu lebih pengunjung hingga 21 ribu lebih pengunjung setiap harinya. “Jumlah pengunjung itu belum termasuk masyarakat yang masuk melalui jalur belakang, dan para pelajar yang datang di pagi hari. Pasalnya, showtime PRK sendiri mulai dibuka sejak pukul 14.00 WIB,” katanya.

Event Director PRK 2019 Satria Yanuar Akbar, dalam jumpa pers di media centre PRK 2019, Rabu (11/9) siang. yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat.

Dijelaskan Satria, untuk transaksi sendiri, sebagian besar yang ada di PRK masih menggunakan uang tunai, sedangkan transaksi dengan non tunai atau Brizzi BRI masih relatif kecil.  “Untuk transaksi Brizzi masih sangat minim. Hari pertama sekitar Rp 5,8 juta, hari kedua Rp 4,6 juta, dan di hari ketiga Rp 4,8 juta,” terang dia.

Diakuinya, pengunjung PRK masih banyak yang melakukan transaksi dengan uang tunai, diantaranya di wahana arena taman bermain mendapatkan transaksi Rp 8 juta dalam satu harinya, di stan kuliner dan pasar tiban transaksi berkisar antara 1 hingga 2 juta per hari.  “besaranya berbeda-beda yang paling tinggi yakni dari pedagang sebelah barat,” terangnya.

Sementara budayawan Pekalongan, Gus Eko, menyatakan, PRK tidak hanya dimiliki oleh pemerintah, namun milik semua elemen, baik budayawan, pedagang, dan lainnya. “awalnya PRK merupakan program pameran pembangunan, yang kemudian  menjadi Kajen Expo, dan saat ini menjadi Pekan Raya Kajen,” jelasnya.

Di PRK 2019, kata dia, ada nilai baru, pemikiran baru, dan semangat baru hal itu  bisa dilihat dari niat baik untuk menjadikan Kabupaten Pekalongan menjadi lebih baik. “ada konsep membangun perubahan cara berpikir. Oleh karena itu, PRK tidak hanya dimiliki oleh pemerintah, namun milik semua elemen, baik budayawan, pedagang, dan lainnya,” ujar dia. 

Sementara itu, Kasubbag Dal Ops Bag Ops Polres Pekalongan AKP I Wayan Suwandi yang hadir dalam kesempatan tersebut meminta kepada panitia untuk selalu berkoordinasi terkait pengamanan utamanya di panggung hiburan yang rentan terjadi gesekan masyarakat. “koordinasi yang cepat dan tepat dapat meminimalisir akibat yang terjadi, namun keamanan dan ketertiban adalah tugas bersama, untuk itu jaga terus kamseltibcarlantas sesuai slogan Kabupaten Pekalongan yakni Kota Santri,” harapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here