Ketua sementara DPRD Kabupaten Pekalongan Hindun berharap ada transaksi yang besar di Pekan Raya Kajen (PRK) tahun 2019, karena PRK tahun ini dibuat berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya.

Pekan Raya Kajen (PRK) 2019 secara resmi dibuka Oleh Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi pada Minggu (8/9/2019). Kegiatan tersebut mampu menarik ribuan warga untuk datang guna melihat secara langsung berbagai stand maupun kegiatan yang ditampilkan.

Ketua sementara DPRD Kabupaten Pekalongan Hindun memeriksa kesehatan di Stand Dinkes Kabupaten Pekalongan.

Menurut Hindun, perlu adanya publikasi besar-besaran agar masyarakat tahu bahwa di alun-alun Kajen ini ada acara PRK. “Kita harapkan partisipasi masyarkat akan semakin bertambah seminggu ini, sehingga nilai transaksi meningkat,” terang Hindun.

Hindun menerangkan bahwa acara PRK merupakan wadah inovasi dalam rangka partisipasi masyarakat dan berbagai komunitas dalam rangka memamerkan berbagai potensi yang ada di Kabupaten Pekalongan baik dari UKM, OPD, perusahaan daerah dan pihak swasta.

“kita harapkan juga ada UKM dari luar Kabupaten Pekalongan sehingga ada kompetisi yang sehat dan bersaing serta UKM kita bisa belajar dan terus beinovasi. Dengan begitu Kabupaten Pekalongan lebih baik lagi,” ujarnya.

Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, Candra Saputra bersama Festival Director PRK 2019 Satria Yanuar Akbar memberikan keterangan kepada media.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, Candra Saputra menambahkan dalam PRK tahun menggunakan sistem transaksi non tunai atau uang elektronik. Pihaknya meminta penyelangara untuk terus mensosialisasikan penggunaan transaksi tersebut kepada masyarakat.

“Masyarkat diedukasi agar bisa lebih melek teknologi, karena uang elektronik itu bagian dari pengembangan teknologi saat ini,” tandasnya. 

Candra menuturkan, Dengan adanya PRK ini, terutama kulinernya seperti pindang tetal, tauto, dan megono diharapkan bisa go nasional. Dengan dibantu oleh media, sehingga masyarakat tahu adanya PRK ini dan Kabupaten Pekalongan semakin dikenal. “konsep PRK ini sangat bagus. Karena ada sekitar 1.800 an seniman dari Pekalongan yang terlibat dan khususnya juga ada inovasi yang baru untuk ditampilkan. semoga gebrakan ini bisa menjadikan Pekalongan ini lebih maju lagi,” ucap Candra.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here