Kepolisian Resor Pekalongan berhasil mengamankan pengedar uang palsu yakni Akhmad Taufik (51) setelah mengincarnya selama seminggu terkait peredaran uang palsu (upal).

Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan saat gelar perkara, Jumat (6/9/2019) di Mapolres Pekalongan mengatakan, Pelaku diamankan petugas gabungan Polsek dan Tim Buser Satreskrim Polres Pekalongan di lapangan Gemek, Kedungwuni, pada Rabu (4/9) malam. “Saat diamankan, terdapat uang asli yang diletakkan di bagian atas dan bawah upal yang terbungkus plastik,” terangnya.

Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan bertanya kepada tersangka pengedar uang palsu saat gelar perkara di Mapolres Pekalongan, Jumat (6/9/2019).



Setelah ditangkap, polisi juga menggeledah rumah kontrakan pelaku di Desa Pandanarum, Kecamatan Tirto. “Di rumah tersebut, polisi menemukan uang 223 lembar uang palsu pecahan Rp 50 ribu, 81 lembar upal pecahan Rp 20 ribu, 75 lembar upal pecahan Rp 10 ribu dan 44 lembar upal pecahan Rp 100 ribu dan 5 lembar upal pecahan kertas Rp 5 ribu,” Katanya.

Atas perbuatannya tersebut tersangka akan dikenakan pasal 36 ayat 3 UU RI No 07 tahun 2011 Subsudair pasal 36 ayat 2 UU RI No 07 Tahun 2011 dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun dan denda 50 milyar.

Uang Palsu yang diedarkan oleh tersangka diperiksa oleh petugas dari BI Tegal

Sementara itu dari keterangan tersangka, “tersangka mengaku mendapat uang palsu dari orang yang berbeda, sebelumnya dia mengedarkan di Pemalang dan Batang, pelaku sendiri sudah tertangkap untuk kasus serupa sebanyak tiga kali ini,” kata Kapolres.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here