Setelah beberapa waktu yang lalu petani di Kabupaten Pekalongan mendapatkan bantuan bibit (DOC) ayam, hari ini, Jumat (6/9/2019) petani di Kota Santri mendapatkan bantuan kembali, kali ini berupa benih jagung dari Kementerian Pertanian RI,

Sebanyak 30,360 ton benih jagung hibrida Varietas 212 diberikan secara simbolis oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi kepada kelompok tani yang berada di tujuh kecamatan, diantaranya Kecamatan Karangdadap, Kajen, Sragi, Bojong, Kesesi, Karanganyar dan Kandangserang, di Aula Kecamatan Kesesi.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi memberikan sambutan pada acara penyerahan bantuan benih jagung hibrida Kementerian Pertanian RI tahun 2019 di Aula Kecamatan Kesesi, Jumat (6/9/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati meminta kepada para penerima bantuan agar dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya karena tidak semua petani mendapat bantuan ini. “petani dibantu benih jenis NK 212, adapun keunggulannya bisa menghasilkan 9 sampai 10 ton perhektar, dibanding jenis lokal yang hanya menghasilkan 3 sampai 4 ton perhektar,” katanya.

Menurutnya, saat ini jagung juga merupakan salah satu makanan pokok dan jagung sendiri saat ini sudah dikembangkan menjadi beberapa varian lainnya. “saya harapkan income dari sektor ini bisa naik, dan bahkan sudah ada perusahaan yang siap menampung berapapun produksi jagung kita,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pekalongan Siswanto mengatakan, bahwa potensi jagung di kabupaten pekalongan cukup baik dengan luas panen 2.500 hektar pertahun. “kita juga doron agar produktivitasnya untuk naik, pada tahun 2016 4,1 ton perhektar, kemudian tahun berikutnya 4,9 ton per hektar, tahun 2018 5,1 ton per hektar, dan pada tahun 2019 sampai agustus sebanyak 5,5 ton pehektar dan akhir tahun 2019 kita upayakan agar mencapai 6,0” terangnya.

Siswanto menjelaskan, banyak petani yang masih menggunakan benih lokal sehingga produktivitas rendah dan rentan terkena penyakit terutama penyakit bulai. “salah satu untuk meningkatkan produksi dengan menanam jagung hibrida, pada bulan Juli kita mendapat alokasi dari Kementerian RI sebanyak 400 hektar dan pada bulan ini bersama Gempita kita mendapat alokasi 2024 hektar,” terangnya.

Koordinator Gempita Kabupaten Pekalongan, Muhammad Slamet menyampaikan bantuan benih jagung tersebut merupakan usulan dari Gempita untuk menjaga ketahanan pangan khususnya tanaman jagung.

Bupati Pekalongan Asip Khobihi menyerahkan bantuan benih jagung hibrida kepada kelompok tani di Kabupaten Pekalongan.

“Untuk perhektar nantinya masing masing akan mendapatkan 15 kilogram benih jagung. Alhamdulillah di tahun 2019 ini kita mendapat peningkatan,” terangnya.

Adapun luasan lahan yang akan diberi bantuan jagung adalah 2024 Ha yang akan dibagikan kepada 36 kelompok tani di Kabupaten Pekalongan yang merupakan binaan Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) Kabupaten Pekalongan. Kelompok tani tersebut nantinya akan dibina dan dimonitor secara kontiyu mengenai perkembangan jagung petani dimasing masing wilayah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here