Sebanyak tujuh desa di tujuh kecamatan di Kabupaten Pekalongan mengalami krisis air bersih, hal itu disebabkan oleh musim kemarau yang berkepanjangan yang menyebabkan debit air dibeberapa wilayah berkurang.

Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan Budi Raharjo saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Rabu (4/9/2019) mengatakan, untuk membantu krisis air tersebut, BPBD Kabupaten Pekalongan telah melakukan droping air. “sampai tanggal 3 september kemarin kita telah bantu 44 tangki dengan volume 5.000 liter pertangki yang kita distribusikan sejak awal Agustus yang lalu,” katanya.

BPBD Kabupaten Pekalongan melakukan Droping bantuan Air Bersih dalam rangka penanganan darurat kekeringan di Desa Tanjungsari  Kecamatan Kajen, Selasa (3/9/2019)

Adapun wilayah di Kabupaten Pekalongan yang terdampak kekeringan, kata Budi Raharjo, yakni Kecamatan Sragi ada di Desa Sragi, Kecamatan Kesesi  di Desa Kesesi, Kecamatan Wonokerto di Desa Pecakaran, Kecamatan Kajen di Desa Tanjungsari, Kecamatan Kedungwuni ada di Desa Rowocacing, Kecamatan Wonopringgo di Desa Legokgunung, Kecamatan Karanganyar ada di Desa Legokkalong dan Kecamatan Doro Desa Doro. “rata-rata satu kecamatan ada satu desa yang mengalami krisis air bersih, yang pertama yakni di Kecamatan/Desa Sragi dan yang baru yakni Kecamatan/Desa Doro,” terangnya.

Budi menambahkan, berdasarkan prediksi dari BMKG, untuk musim kemarau berlangsung dari bulan Juli hingga September dan puncaknya pada bulan September. “di Kabupaten Pekalongan krisis air bersih dirasakan awal Agustus, semoga bulan Oktober sudah mulai turun hujan,” harapnya.

Masyarakat Desa Rowocacing Kecamatan Kedungwuni antri air bersih dari tangki yang disedikan oleh BPBD Kabupaten Pekalongan. Senin (2/9/2019)

Dalam mensikapi musim kemarau ini, Budi Raharjo menghimbau kepada masyarakat untuk menghemat dalam penggunaan air mengingat debit air mulai berkurang karena panjangnya musim kemarau tahun ini. “saya juga berterimakasih kepada warga yang mengajukan bantuan droping air bersih, semoga bantuan yang diterima dapat bermanfaat,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here