Sebagai suatu langkah penting untuk memastikan terjadinya integrasi pelaksanaan intervensi penurunan stunting secara bersama-sama antara Organisasi Perangkat daerah (OPD) penanggungjawab layanan dengan organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, maupun organisasi perempuan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengadakan Rembuk Stunting 2019 yang dilaksanakan di Desa Sabarwangi Kecamatan Kajen, Selasa (03/9/2019).

Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti memberikan sambutan dalam rangka “Rembuk Stunting 2019” di Desa Sabarwangi, Kecamatan Kajen (03/09)

Dalam kegiatan tersebut juga ditandatangani  komitmen penurunan stunting oleh Wakil Bupati, Sekda, DPRD, PKK, Camat, Kepala Desa, Pimpinan OPD, Organisasi Perempuan, dan perwakilan sektor non pemerintah dan masyarakat.

Wakil Bupati pekalongan Arini Harimurti mengatakan, untuk menurunkan angka stunting diantaranya yakni dengan rembuk stunting ini, “kita keroyok bareng, yang utama kita validasi dulu apa penyebab stunting ini, apa karena kekurangan gizi atau ada penyebab lainnya, setelah itu kita cari solusinya, OPD, swasta dan masyarakat akan bergerak secara bersama untuk mengatasi stunting,” terangnya.

Arini Berharap, dengan adanya intervensi dari berbagai elemen dapat menekan angka stunting di Kabupaten Pekalongan. “kita lihat tiga tahun mendatang apakah ada hasilnya, kalau dari pemerintah ditarget tahun 2030 kita akan lihat progres dari kegiatan ini dalam tiga tahun, karena ini juga melibatkan pihak desa terkait pelaporan dan pendanaan dalam menangani stunting,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwi Antoro mengatakan, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. “pencegahan stunting dititikberatkan pada upaya 1.000 hari pertama kehidupan selama masa kehamilan sampai anak usia 2 tahun,” katanya.

Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti bersama Ketua PKK Kabupaten Pekalongan Munafah melihat pemeriksaan balita.

Adapun untuk lokus stunting 2019, kata Setiawan, ada di empat kecamatan dan 10 desa  yakni Kecamatan Petungkriyono (Desa Curugmuncar, Simego, Gumelem, Kayupuring, Tlogopakis, Songgodadi dan Kasimpar), Kecamatan Paninggaran (Desa Lambanggelun), Kecamatan Kesesi  (Desa Pantirejo) dan Kecamatan Bojong (Desa Sumurjomblangbogo). “adapun lokasi stunting tahun 2020 ada di enam kecamatan dan 12 desa yakni, Kecamatan Kajen (Desa Sabarwangi), Kecamatan Tirto (Desa Jeruksari, Karangjompo dan Tegaldowo), Kecamatan Kesesi (Desa Sukorejo, Srinahan, Sidosari), Kecamatan Doro (Desa Bligorejo dan Rogoselo), Kecamatan Kandangserang (Desa Bojongkoneng) dan Kecamatan Karangdadap (Desa Kalilembu),” paparnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here