Kebutuhan pasar akan kopi dariKabupaten Pekalongan semakin meningkat, namun produksi kopi dari petani masih kurang mencukupi, Oleh karena itu Pemkab Pekalongan akan terus mendorong para petani agar semakin meningkatkan produksi untuk mencukupi kebutuhan kopi di Pekalongan dan sekitarnya.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi bersama Komunitas Kopi Kabupaten Pekalongan menunjukkan biji kopi dari beberapa Kecamatan di Kabupaten Pekalongan.

“Problem Kopi di Kabupaten Pekalongan masih banyak di antaranya adalah masalah suplai yang masih kurang. Ini diindikasikan karena banyak sekarang orang yang mengkonsumsi kopi sehingga berperanguruh pada permintaan dan stok dipasar,” kata Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat mengikuti acara diskusi dengan tema “grumungan ngopeni kopi pekalongan” yang diadakan oleh Komunitas kopi Kabupaten Pekalongan di Cafe  Platmonkul Jalan Raya Karanganyar, Rabu (28/08/2019).

Menurut Bupati, Kabupaten Pekalongan adalah salah satu daerah penghasil kopi terbaik. Khususnya di Kecamatan Doro, Petungkriono, Talun, Kandang Serang, Lebak Barang, dan Paninggaran yang menjadi sentral produksi kopi. “Kita punya sentral kopi di Kecamatan Doro, lebakbarang, paninggaran, kandang serang, talun, itu akan kita kembangkan, di dataran tinggi. Apalagi nanti jika komunitas ini akan mengembangkan sayapnya ke berbagai daerah.” ujar Bupati

Selain akan memfasilitasi petani kopi, Pemkab Pekalongan juga akan menyediakan fasilitas agar kopi pekalongan semakin dikenal diantaranya dengan menyediakan tempat untuk komunitas kopi dapat menggunakan pusat UMKM untuk pemasaran dan kegiatan sehari hari. “kemudian kita juga akan memudahkan regulasi berkerja sama dengan Perum Perhutani Timur yang mempunyai luas Hutan Produksi  26 ribu hektar yang bisa di kelola untuk perkebunan kopi,” terang Bupati .

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi berfoto bersama usai mengikuti acara diskusi dengan tema “grumungan ngopeni kopi pekalongan” yang diadakan oleh Komunitas kopi Kabupaten Pekalongan di Cafe  Platmonkul Jalan Raya Karanganyar, Rabu (28/08/2019).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Pekalongan mengajak kepada warga Kota Santri untuk minum kopi hasil petani lokal dan mulai meninggalkan kopi pabrikan, dengan gerakan minum kopi giling bukan kopi gunting. “Sekarang sudah ada kolaborasi antara petani kopi dari berbagai kecamatan dengan perhutani dan pihak perbankan untuk memberdayakan petani kopi,”ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here