Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Pekalongan tekankan agar tahun 2030 Kota Santri bebas dari HIV/AIDS pada Rapat Kerja Warga Peduli Aids (WPA) dan Anggota untuk Penanggulangan Aids.

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Pekalongan yang sekaligus Ketua Penanggulan AIDS Ir. H. Arini Harimurti, Kepala Dinas Kesehatan sekaligus  Wakil Ketua II Komisi Penanggulangan Aids Setiawan Dwi Antoro, SKM.,M.Kes, Sekretaris KPA , dan WPA, Rabu (28/08/2019)

Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti menyampaikan sambutan pada acara Rapat Kerja Warga Peduli Aids (WPA) dan Anggota untuk Penanggulangan Aids, Rabu (28/9).

Kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan persepsi antar OPD yang tergabung dalam KPA untuk mewujudkan 3 Zero (bebas penularan, bebas kematian, dan bebas dari deskriminasi), menjabarkan akan tugas dan fungsi dari masing-masing anggota KPA sesuai dengan SK Bupati Pekalongan tahun 2017 tentang Komisi Penangangan Aids Daerah. Adapun sasaran kegiatan ini adalah seluruh anggota KPA dan WPA dari 23 desa dari 12 kecamatan.

“Sebenarnya persoalan AIDS ini sangat  sederhana tetapi sangat membahayakan. Sederhana karena AIDS ini  sebenarnya masalah perilaku, kalo perilaku kita tidak neko-neko insyallah AIDS ini bisa ditekan dan bisa ditiadakan.” Ujar Wakil Bupati

Epidermi penderita AIDS tahun 2005-2019 HIV/Aids sudah mencapai 382 penderita (205 HIV, 177 Aids meninggal). Sedangkan untuk tahun 2019 ada 31 kasus selama 6 bulan.

 “Kita berupaya dengan cara Warga Peduli Aids (WPA) di desa-desa. Nanti desa sendiri akan kita minta untuk membuat kegiatan mengenai penanggulangan Aids. Ini kelihatannya sepele karena menyangkut perilaku, namun dampaknya sangat luar biasah.” Lanjut Arini.

Kegiatan rapat ini dilakukan secara rutin oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kasus Aids. Pemerintah berupaya menekan angka Aids agar tidak berkembang dan di tahun 2030 terwujud Kabupaten Pekalongan bebas dari Aids.

“Dari tahun ketahun kasus Aids semakin meningkat. Sejak Januari-Juli 2019 sudah ditemukan 31 kasus yang tersebar di 12 kecamatan. Berarti terhitung sejak 2005-2019 sudah ditemukan 305 kasus, dan yang meninggal 117 kasus, maka perlu dilakukan rapat untuk mengantisipasi juga menyikapi upaya dalam penagguilangan kasus Aids.” Terang Setiawan

Kegiatan rapat ini dilakukan secara rutin oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kasus Aids. Pemerintah berupaya menekan angka Aids agar tidak berkembang dan di tahun 2030 terwujud Kabupaten Pekalongan bebas dari Aids.

Sesuai dengan tema hari jadi Kabupaten Pekalongan “Sengkuyung” Wakil Bupati mengajak semua jajaran pemerintah Kabupaten Peklaongan dan masyarakat untuk bersama memberdayakan masyarakat tentang Aids, dan bagaimana cara menanggulangi agar tidak tertular. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here