Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-397 dimaknai sebagai ajang untuk merefleksikan apa yang sudah dilakukan dan membangun cita-cita idealitas tatanan masyarakat.

“Tatanan idealitas mewujudkan masyarakat yang sejahtera lahir batin, masyarakat yang menjungjung tinggi nilai-nilai lokalitas dan menghargai prinsip-prinsip keyakinan religiusitas,” kata Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si saat memberikan sambutan pada acara Doa Bersama antar umat beragama dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pekalongan yang ke 397 di Pendopo Bupati Pekalongan, Sabtu (24/8/2019) malam.

Dalam kegiatan tersebut di hadiri Ketua Sementara DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., Dandim 0710 Pekalongan Letkol. Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP.,MMS., Wakapolres Pekalongan Kompol H. Mashudi, SH., Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten, para Staf Ahli Bupati dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan, tokoh agama dan tamu undangan.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi memberikan sambutan dalam acara doa bersama lintas agama yang digelar di pendopo bupati.

Dijelaskan Bupati, doa bersama dimaksudkan meminta kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar perjalanan Kabupaten Pekalongan yang sudah baik untuk dapat ditingkatkan. “Sedang yang kurang baik agar menjadi koreksi kita bersama supaya pembangunan dapat semakin dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Pihaknya optimistis, persoalan yang ada seperti angka kemiskinan, pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastrukstur akan dapat diselesaikan dengan adanya modal utama yakni kerukunan dan toleransi antar umat beragama.

“Pembangunan infrastruktur terus kita galakkan diantaranya di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi serta infrastruktur dalam bidang keagamaan baik intern umat beragama maupun antar umat beragama, karena hal itu merupakan modal utama pembangunan,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Sementara DPRD Kabupaten Pekalongan, Dra. Hj. Hindun, MH mengatakan, bahwa doa merupakan ajaran agama bentuk ketertundukan kepada Tuhan yang tentunya dibarengi dengan ikhtiyar. “Sejak jaman dulu yakni sejak bupati pertama Pangeran Mandurorejo tahun 1622 M sampai kurun waktu lima tahun kepemimpinan Asip-Arini, Pemkab Pekalongan sudah berihtiyar semaksimal mungkin melakukan pembangunan,” katanya.

Masyarakat lintas agama berdoa bersama dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke 397 di Pendopo Bupati.

Maksud doa bersama ini, kata Hindun, yakni berdoa agar Kabupaten Pekalongan dapat semakin maju, sejahtera, aman dan kondusif sehingga bisa melaksanakan pembangunan terus-menerus untuk mensejahterakan maayarakat. “Sejahtera ditandai dengan berkurangnya angka kemiskinan, terbebasnya kebutuhan, dan peningkatan SDM serta yang penting adalah kondisi aman,” tuturnya.

Dijelaskan Hindun, selama kurun waktu lima tahun memimpin, Bupati Asip Kholbihi dan Wakil Bupati Arini Harimurti telah berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 12,98 menjadi 10,06. “Penurunan angka kemiskinan sebesar 2,5 persen merupakan prestasi yang bagus, selain itu pertumbuhan ekonomi juga meningkat, jika pertumbuhan ekonomi terus meningkat maka angka kemiskinan akan terus berkurang,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here