Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti mengunjungi pelajar asal Papua yang menempuh pendidikan di Kabupaten Pekalongan. Kunjungan tersebut sebagai bentuk jaminan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan atas keselamatan dan keamanan warga Papua yang saat ini bermukim di daerah Kota Santri.

“saya mengimbau kepada seluruh warga agar tidak terprovokasi dengan isu yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan. Untuk itu, dia meminta doa agar permasalahan di Papua dapat terselesaikan serta membangun kembali nilai persaudaraan yang selama ini sudah terbangun dengan baik,” ungkap Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti saat berkunjung ke SMA 1 Bojong, Rabu (21/8/2019).

Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti berfoto bersama dengan pelajar asal Papua yang sedang menempuh pendidikan di SMA 1 Bojong, Rabu (21/8/2019).

Menurutnya, semua warga Indonesia bersaudara, sebangsa dan setanah air. Sehingga perlu untuk selalu menjaga persaudaraan. “Di sini kami tidak membeda-bedakan. Semua warga Indonesia berhak mendapatkan hak yang sama. Dengan dibantu berbagai pihak, kami siap membantu jika ada warga dari manapun menemui kesulitan,” katanya.

Sebagai penerus bangsa, menurutnya, para siswa asal Papua harus bisa fokus mengejar cita-cita yang diinginkan. Sehingga ketika dewasa kelak bisa membantu negara dalam hal pembangunan daerah.

“Silahkan bisa saling bertukar kebudayaan yang baik di Kota Santri. Kalau ada waktu silahkan mampir ke rumah untuk sekedar makan nasi megono,” ajaknya.

Sementara itu salah seorang pelajar asal Papua Immanuel R Awendu (17) mengaku menyayangkan insiden di Surabaya dan Papua. Ia meminta insiden tersebut jangan dibesar-besarkan dan saling memaafkan.

“Selama ini pelajar asal Papua dan Jawa hidup berdampingan, khususnya di wilayah Kecamatan Bojong. Kami saling rukun, bahkan kerap tolong menolong. Kami pelajar asal Papua mencintai NKRI,” katanya.

Dikatakannya, ada 10 pelajar yang bersekolah di SMA 1 Bojong. Dirinya sangat betah dan senang bisa belajar di Kota Santri. “Saya sudah tiga tahun belajar di sini tidak ada kejadian apapun, masyarakat di sini sangat baik. Yang terpenting jangan percaya dengan hoaks,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, dirinya mengaku menyukai makanan khas Pekalongan yaitu nasi megono dan tempe mendoan, serta senang sering diajak teman-teman jalan-jalan ke objek wisata yang ada. “Setelah lulus dari SMA, saya ingin menjadi polisi,” ujarnya

Dirinya juga mengaku senang dengan adanya kedatangan Wakil Bupati untuk menjumpai siswa asal Papua. Selain ramah sosok tersebut menurutnya juga sangat baik dan peduli. “Bu Arini adalah Mama Papua dan kami senang bersamanya. Terimakasih atas perhatiannya,” ucapnya.

Kepala Sekolah SMA 1 Bojong Bambang Wirudi mengatakan, bahwa pihaknya menjamin keamanan siswa-siswinya yang berasal dari Papua.

“Ada 10 pelajar asal Papua. Mereka merupakan pelajar yang mengikuti Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM). Program ini merupakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam hal pemerataan kualitas pendidikan khususnya bagi anak-anak Papua dan Papua Barat,” jelasnya.

Bambang mengungkapkan saat ini kondisinya sepuluh pelajar baik dan sehat. Pihaknya juga jarang menerima keluhan. Untuk pergaulan mereka baik-baik saja dengan teman sekolahnya. Bahkan sangat aktif dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

“Saya menekankan apabila ada permasalahan sekecil apapun segera laporkan kepada sekolah. Namum, sampai saat ini tidak ada permasalahan. Kemudian untuk pergaulan sendiri, mereka baik-baik saja, bahkan ada yang berprestasi di bidang olahraga yakni Immanuel yang berhasil mendapatkan  juara 1 Taekwondo tingkat Provinsi Jawa Tengah,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here