Sebagai salah satu persiapan tahapan pengawasan Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada Kabupaten Pekalongan tahun 2020, badan pengawas pemilu atau Bawaslu Kabupaten Pekalongan menargetkan akan memulai perekrutan anggota panwascam pada bulan desember 2019 dan akan melakukan pelantikan pada bulan Januari 2020.

Ketua Bawaslu Kabupaten Pekalongan Ahmad Dzul Fahmi (kiri) berfoto bersama Para Anggota Bawaslu Kabupaten Pekalongan.

Demikian disampaikan oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Pekalongan Ahmad Dzulfahmi saat dikonfirmasi Radio Kota Santri, Senin (19/8/2019). Menurutnya untuk Pilkada 2020, saat ini Bawaslu sedang mengajukan anggaran ke Pemerintah Daerah dan hasilnya nanti akan ditandatangani dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah atau NPHD. “untuk pencairan anggaran Bawaslu di tahun 2020 karena tidak mengganggarkan di Anggaran Perubahan, nanti NPHDnya dijadwalkan akan ditandatangi pada bulan Oktober 2019,” katanya.

Dijelaskannya, Bawaslu pertama kali mengajukan anggaran kepada pemerintah daerah sebesar 18 Milyar, namun setelah dirasionalisasi dengan tim dari Bappeda dan Tim Anggaran Kabupaten Pekalongan menjadi 6 Milyar, kemudian keputusan selanjutnya menjadi 10 Milyar dan terakhir sudah rapatkan dan diputuskan oleh TPAD dan Banggar dewan sebesar 7 milyar. “kita akan gunakan anggaran itu seefisien mungkin untuk mensukseskan pilkada 2020 khususnya dalam bidang pengawasan,” katanya.

Sebelumnya, Bawaslu kabupaten Pekalongan melaksanakn Rapat Koordinasi Kepengawasan bersama dengan stakeholder Kabupaten pekalongan yang agenda utamanya adalah mengevaluasi penyelenggaraan pemilu serentak 2020. “ada beberapa catatan dari rakor tersebut diantaranya terkait SDM dan kesehatan para penyelengara serta beberapa permasalahan lainnya yang akan kita gunakan sebagai evaluasi bersama agar pelaksanaan Pilkada 2020 semakin baik dan berjalan dengan aman, lancar dan sukses,” tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here