Perbaikan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan kesehatan penyelenggara Pemilu menjadi sorotan dalam rapat koordinasi kepengawasan yang di gelar oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pekalongan bersama stake holder di Hotel Dafam, Senin (19/8/2019).

Dalam kegiatan tersebut diikuti sebanyak 65 peserta yang terdiri berbagai unsur diantaranya Kepolisian, Kesbangpol, Dindukcapil, Satpol Pp, Dinhub, Dinkominfo serta Camat se Kabupaten Pekalongan.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pekalongan mendengarkan masukan dari satkeholder terkait penyelenggarann pemilu, Senin (19/8/2019).

Ketua Bawaslu Kabupaten Pekalongan Ahmad Dzul Fahmi saat dikonfirmasi usai acara mengatakan, bahwa banyak masukan dari peserta rapat yakni sumber daya manusia atau SDM penyelenggara pemilu untuk ditingkatkan. “hal itu terkait banyaknya kasus di lapangan adanya beda penafsiran terkait suara sah pada waktu pelaksanaan pemungutan suara, sehingga akhirnya Bawaslu merekomendasikan untuk pemungutan suara ulang atau PSU,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Fahmi, kesehatan penyelenggara pemilu juga menjadi sorotan, karena pada saat pemilu serentak 2019 banyak ditemukan kasus penyelenggara banyak yang sakit dan bahkan meninggal dunia. “kita merekomendasikan agar penyelenggara pemilu selain ditingkatkan kualitasnya juga harus ada uji kesehatan, karena pada pemilihan serentak kemarin banyak penyelengara yang sakit dan meninggal usai bertugas,” tambahnya.

Menurutnya, masukan-masukan yang masuk pada rapat koordinasi kepengawasan tersebut, nantinya akan di lanjutkan ke tingkat Jawa Tengah dan nantinya akan di teruskan ke Bawaslu Pusat. “semoga dengan adanya rapat pengawasan ini segala permasalahan di pemilu serentak dapat diperbaiki sehingga penyelenggaraan pemilu utamanya Pilkada Kabupaten pekalongan yang sebentar lagi akan dilaksanakan akan semakin baik,” harapnya.

Sementara itu, Asisten 1 Setda Ali Riza yang mewakili Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menuturkan, kegiatan rakor pengawasan ini untuk menjalin komunikasi diantara stakeholder yang terlibat pemilu utamanya dalam hal pengawasan sehingga semua pihak akan bisa memahami terkait fungsi masing-masing. “kegiatan ini ditujukan untuk perbaikan penyelenggaraan pemilu dengan masing-masing stakeholder memberikan masukan kepada bawaslu,” katanya

Ali Riza menambahkan, kegiatan rakor juga merupakan evaluasi bagi penyelenggara pemilu sebelumnya dan juga memberikan rekomendasi bagi pemilu selanjutnya seperti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pekalongan pada tahun 2020 mendatang. “kita berharap yang selama ini sudah baik untuk ditingkatkan, dan lebih diintensifkan koordinasi dan komunikasi terkait pengawasan pemilu,” harapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here