Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menghimbau kepada masyarakat untuk tidak lagi tidak lagi melakukan diskriminasi perbedaan melalui SARA karena semua adalah makhluk ciptaan Allah SWT.

Demikian disampaikan bupati dalam Acara Keakraban Paguyuban Ibu-Ibu Kedungwuni dengan tema “Merajut Persahabatan Dalam Membina Kebhinekaan” di Gedung eks Kawedanan Kedungwuni, Minggu (18/8/2019) malam.

Dalam kesempatan tersebut hadir Istri Bupati Pekalongan Munafah, Kepala Dinperindagkop, Muspika Kedungwuni, Ketua Paguyuban Tionghoa, Ibu-Ibu pedagang pasar kedungwuni dan ibu-ibu kelurahan kedungwuni barat.

Bupati Pekalongan bersama berbagai elemen masyarakat Acara Keakraban Paguyuban Ibu-Ibu Kedungwuni dengan tema “Merajut Persahabatan Dalam Membina Kebhinekaan” di Gedung eks Kawedanan Kedungwuni, Minggu (18/8/2019) malam.

Bupati menambahkan, kegiatan tersebut adalah bentuk ikhtiar untuk saling menghargai antar sesama, ukhuwah basyariyah, tepo seliro saling menghargai antar sesama. ” saya berharap memfasilitasi kegiatan mengumpulkan warga, kalau ada perbedaan kita rembug, rukun adalah modal utama, untuk ibadah dan beraktifitas,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Asip juga mengajak kepada warga kedungwuni untuk bersama-sama membangun Kabupaten Pekalongan. ” tujuan kita bersatu adalah guyub rukun untuk tatanan masyarakat yang adil dan sejahtera dan tugas kita tinggal memupuk dan mempersatukan masyarakat untuk bersama-sama membangun Kabupaten Pekalongan,” terangnya.

Bupati mengapresiasi kegiatan yang diinisasi paguyuban ibu-ibu kedungwuni, menurutnya, berbagai elemen dapat hadir dalam acara peringatan HUT RI ke 74 dalam rangka merajut kebhinekaan. “keguyuban masyarakat ini tidak hanya dalam rangka 17 an, akan tetapi bisa dilaksanakan kegiatan yang lain misalnya ibu-ibu urunan untuk gerakan bedah rumah nanti bupati dan pemerintah daerah yang memotori,” harap bupati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here