Sebanyak 300 lansia non produktif dari tiga desa di Kabupaten Pekalongan mendapat bantuan makanan pada kegiatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke 23 tahun 2019 tingkat Kabupaten Pekalongan di gedung GPU Kajen, Selasa (16/7/2019).

300 orang yang mendapatkan bantuan khususnya di 3 desa laboratorium kemiskinan, masing-masing desa 100 orang yaitu Desa Botosari Kecamatan Paninggaran, Desa Mulyorejo Kecamatan Tirto dan Desa Kertijayan Kecamatan Buaran.

Bupati Pekalongan Arini Harimurti memberikan bantuan makanan kepada lansia, Selasa (16/7/2019).

“Kita berikan senilai Rp 250 ribu dalam bentuk bahan makanan dan sembako,” kata Plt Kepala Dinsos Kabupaten Pekalongan Siti Masruroh.

Dirinya menambahkan, selain memberikan bantuan makanan, sejumlah kegiatan digelar diantaranya senam lansia, pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan laborat dan juga konsultasi gizi.

“Kita tahu bahwa jumlah penduduk lansia semakin tinggi. Jadi sebagai pendidikan kaum muda, bahwa perlunya menjaga diri untuk siap dalam usia lanjut agar tetap sehat dan mandiri,” terang Masruroh.

Lebih lanjut dijelaskan, saat ini menjadi trend di negara maju dengan persetase penduduk usia lanjutnya semakin besar, Indonesia mengarah kesana. Jadi persentase penduduk usia lanjut semakin bertambah, maka perlu perhatian seluruh masyarakat agar kelak saat lansia tetap sehat.

Ketua Komda Lansia Kabupaten Pekalongan Arini Harimurti menjelaskan, Populasi dunia saat ini berada pada era penduduk menua dengan jumlah penduduk yang berusia 60 tahun ke atas melebihi 7% dari populasi. “Menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional tahun 2018, terdapat 9,27% atau sekitar 24,49 juta lansia dari seluruh penduduk Indonesia,” katanya.

Ketua Komda Lansia Kabupaten Pekalongan yang juga Wakil Bupati memberikan sambutan dalam rangka Petingatan HLUN Tingkat Kabupaten Pekalongan.

Arini Harimurti yang juga Wakil Bupati Pekalongan menerangkan bahwa maksud dan tujuan dari peringatan HLUN diantaranya agar meningkatkan kepedulian sosial masyarakat terhadap lansia. Meningkatkan partisipasi sosial masyarakat kepada lansia, dan juga meningkatkan kesadaran diri kaum muda (milenial) terhadap lanjut usia.

“Saya mengingatkan apa saja yang harus dilakukan untuk mensejahterahkan lansia dan juga menambah partispasi masyarakat lansia dalam kehidupan di masyarakat,” ucap Arini.

Kepedulian Pemkab terhadap lansia ditunjukkan dengan kegiatan posyandu lansia dan juga BKKBN, serta Bina Keluarga Lansia. “Mereka dibentuk agar menjadi lansia yang tangguh dan kuat, mandiri, sehat serta pemenuhan kesejahterana sosialnya dan ini juga didukung oleh keluarga,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here