Memasuki musim kemarau, sebanyak 238 hektar sawah di Kabupaten Pekalongan terdampak kekeringan, adapun kategori kekeringan yang terjadi bervariasi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan Siswanto mengatakan, musim kemarau yang biasa terjadi pada Bulan April-September seperti saat ini membuat lahan pertanian kekurangan air. “namun sampai saat ini permasalahan tersebut masih bisa diatasi, menurut BMKG musim kemarau tahun ini tidak akan selama seperti tahun sebelumnya,” katanya, Rabu (17/7/2019).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan, Siswanto.

Menurutnya, dari luas tanam 15.348 hektar di Kabupaten Pekalongan, 238 hektar terdampak kekeringan. “kekeringan ringan meliputi 182 ha, sedang 41 ha, berat 15 hektar dan puso sampai saat ini belum ada,” jelasnya.

Siswanto menjelaskan, kekeringan terluas ada di Kecamatan Bojong dengan luasan 86 hektar sawah, di susul Kandangserang 72 hektar. “selebihnya ada di Sragi 49 hektar, Tirto 21 hektar dan Kecamatan Karangdadap 10 hektar,” terangnya.

Untuk antisipasi kekurangan air, DKPP telah menyediakan brigade pompa yang sewaktu-waktu dibutuhkan petani untuk membantu mengairi sawah. “kalo petani butuh, bilang saja, kita ada 40 pompa yang disediakan di seluruh kecamatan, selain itu di Kodim juga ada dan di tempat kami juga sedia,” tuturnya.

Siswanto berharap, pada musim kemarau ini para petani dapat memanfaatkan berbagai upaya agar tetap bisa menghasilkan. “misal, menanam padi yang irit air seperti varietas inpari 43, atau bergilir menanam sayuran dan palawija yang tidak memerlukan air yang banyak,” harapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here