Bupati Pekalongan Asip Kholbihi melakukan tarawih keliling pertama di bulan ramadhan ini bersama Forkompimda dan Kepala OPD di Masjid At-Taqwa Desa Srinahan Kecamatan Kesesi, Jumat (10/5/2019).

Pada kesempatan tersebut, diserahkan bantuan untuk pembangunan fisik masjid sebanyak 100 juta rupiah untuk Masjid At-Taqwa Desa Srinahan Dan Masjid At Taubah Dukuh Semampir Desa Kesesi Kecamatan Kesesi. Selain itu juga diberikan bantuan kepada fakir miskin berupa 50 paket sembako, dan bantuan pendidikan kepada siswa SD sebanyak 450 ribu, siswa SMP 750 ribu dan siswa SMA sebanyak 1 juta rupiah.

Bupati Pekalongan Asip Khobihi memberikan sambutan usai melaksanakan tarawih keliling di Masjid Jami Desa Srinahan Kecamatan Kesesi, Jumat (10/5/2019).

“ini merupakan programPemerintah Kabupaten Pekalongan dalam rangka meringankan beban masyarakat, utamanya dalam mendekati lebaran,” tutur Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat ditemui RKS usai melaksanakan shalat tarawih.

Bupati menambahkan, kegiatan tarawih keliling ini juga dimaksudkan untuk memperarat silaturahmi antara pemerintah (umaro) dengan ulama, selain itu Asip juga berpesan kepada masyarakat untuk selalu menjaga keamanan. “tarawih keliling ini merupakan iktiyar kami untuk menyapa masyarakat secara langsung,” tuturnya

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan mengatakan dalam sambutanya, bahwa memasuki bulan puasa banyak terjadi tindak pidana pencurian baik sepeda motor ataupun pencurian rumah saat tarawih. “kita himbau kepada masyarakat yang menjalankan shalat tarawih untuk memastikan rumah dikunci dan aman saat ditinggal,” terangnya.

Bupati Pekalongan menyerahkan bantuan untuk pembangunan masjid sebesar 100 juta rupiah.

Menurut Wawan, di tahun 2019 ini banyak terjadi kasus bunuh diri, untuk itu pihaknya meminta masyarakat agar meningkatkan komunikasi, dengan seperti itu akan tahu persoalan yang dihadapi sehingga diharapkan bisa memberi solusi. “kita juga antisipasi keributan antar kampung yang biasa terjadi jelang idul fitri yang pemicu utamanya kebanyakan pemuda yang merantau dan pulang ke kampung asal,” kata Kapolres.

Komandan Kodim 0710 Pekalongan Letkol Inf Arfan Johan Wihananto menututkan, bahwa kondisi paska Pilpres dan Pileg di Kabupaten Pekalongan masih aman dan kondusif, dirinya berharap kondisi ini berlangsung hingga pasca penetapan resmi dari KPU tangga 22 Mei mendatang. “kami harap masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh Hoax yang disebarkan oleh media yang tidak bertanggungjawab, dan tetap menjaga kerukunan, kedamaian sehingga pembangunan akan terus berjalan,” harapnya. (fik).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here