Dalam rangka momentum Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Pekalongan melaunching program Kembali Upayakan Dukungan Untuk Sekolah atau KUDU Sekolah.

Program Kudu Sekolah di launching bupati pada saat Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2019 Tingkat Kabupaten Pekalongan di Alun-alun Kajen, Kamis (2/5/2019) yang dihadiri Wakil Bupati, Ketua DPRD, Forkompimda, Kepala OPD serta peserta upacara dari berbagai unsur.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi memberikan amanat saat Upacara Hardiknas, sekaligus melaunching program Kudu Sekolah di Alun-alun Kajen, Rabu (1/5/2019).

“program Kudu sekolah merupakan gerakan kolaboratif yang bersifat masif yang nanti akan dikerjasamakan antara pemerintah Kabupaten Pekalongan dengan berbagai kelompok strategis di masyarakat,” Kata Bupati Pekalongan Asip Kholbihi.

Kudu Sekolah merupakan rintisan Wajib belajar 12 tahun yang akan dicanangkan Bupati pada tahun mendatang. “kita akan petakan persoalan tentang masalah putus sekolah dan akan kita cari solusinya, intinya anak usia sekolah harus atau kudu sekolah,” jelas Asip.

Pada Hardiknas, kata Bupati, Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga memberikan beberapa penghargaan diantaranya kepada para guru yang telah mengabdikan diri selama 30 tahun lebih, “mereka mengemban tugas yang mulia, yakni mencerdaskan generasi bangsa, saya berterimakasih atas pengabdiannya selama ini kepada para guru,” kata Bupati

Sejumlah guru yang telah mengajar lebih dari 30 tahun mendapatkan penghargaan pada peringatan Hardiknas

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan Sumarwati menuturkan, bahwa penyebab Anak Putus Sekolah atau ATS banyak faktornya, diantaranya, drop out, tidak mau sekolah, tidak melanjutkan sekolah, “kita akan menuju ke zero drop out dahulu, ada 751 siswa yang DO nantinya kita upayakan agar mereka bersekolah kembali,” kata Sumarwati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here