Sebagai bentuk meningkatkan kembali persatuan dan kesatuan di kalangan masyarakat, Pemuda Pecinta NKRI mengadakan doa bersama lintas agama, yang di gelar di Taman makam Pahlawan Bojong, Sabtu (27/4/2019).

Dalam kegiatan tersebut juga diadakan santunan kepada 50 anak yatim, ikrar merah putih dan di tutup dengan doa bersama menurut keyakinan masing-masing. Selain dari perwakilan tokoh agama, juga dihadiri perwakilan dari Polres Pekalongan, Dandim 0710 Pekalongan, Camat Bojong dan masyarakat sekitar.

Panitia Kegiatan Doa Lintas Agama, Junaidi mengatakan sebelum kegiatan doa bersama, juga diadakan kirab merah putih yang telah dilaksanakan pada Jumat (25/4/2019) yang memulai start dari SMA 1 Bojong menuju ke TMP dan diakhiri dengan tabur bunga. “kita mengambil tempat di makam pahlawan agar para pemuda mampu menghormati dan meneruskan perjuangan para pahlawan terdahulu,” katanya.

Menurutnya, tujuan diadakanya doa bersama, adalah untuk membangkitkan kembali jiwa persatuan dan kesatuan dan masyarakat tidak mudah terpecah belah. “kita berharap masyarakat tidak mudah terpecah dengan adanya berita hoax yang makin dan juga tidak terpengaruh oleh oknum maupun organisasi yang dapat memecah NKRI,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Bojong, Alif Nurfianto menjelaskan, bahwa di Kabupaten Pekalongan sendiri terdiri dari warganya berbeda-beda, baik keyakinan maupun kepercayaan. “namun demikian kita harus berpedoman pada UUND 45 bahwa Negara Indonesia adalah Negara Kesatuan yang berbentuk republik yang menyatukan perbedaan dalam satu tujuan,” terangnya.

Ditambahkan Alif, bahwa pelaksanaan pemilu di Kabupaten Pekalongan sampai saat ini berjalan dengan baik dan aman, hal itu berkat bantuan dari berbagai elemen termasuk TNI/Polri. “kita patut bersyukur sampai saat ini NKRI masih tetap berdiri, untuk itu perlu dijaga bersama,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here