Dalam rangka menghidupkan kembali kesenian tradisional di Kabupaten Pekalongan, Dinas Komunikasi dan Informasi (Dinkominfo) Kabupaten Pekalongan bersama Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) menyelenggarakan Festival Pertunjukan Rakyat Tingkat Kabupaten Pekalongan.

Festival diikuti oleh enam sanggar atau kelompok kesenian dari berbagai kecamatan diantaranya, Sanggar Kuda Kembar Sabarwangi dari Kecamatan Kajen, Sanggar Kobuira Wiradesa, Sanggar Karawitan Wisanggeni Kecamatan Bojong, Sendra Tari Wijaya Kusuma Sidomulyo Kecamatan Lebakbarang, Sanggar Sekar Arum Mukti Legokkalong Kecamatan Karanganyar, Sanggar Bunga Pantura Sintren Klunjukan Kecamatan Sragi. Kegiatan tersebut dilaksanakan di depan Sekretariat FK Metra Kabupaten Pekalongan atau Depan LPPL RKS FM Kabupaten Pekalongan, Minggu (26/4/2019).

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Dinkominfo Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi. Dalam sambutanya Anis mengatakan, kegiatan festival pertunjukan rakyat ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan Dinkominfo bersama FK Metra dan merupakan salah satu ajang seleksi untuk diajukan ke Tingkat Jawa Tengah. “kegiatan ini merupakan kegiatan berjenjang dari Kementerian Kominfo dan puncak acara yakni festival kesenian tradisional tingkat nasional,” terangnya.

Anis menambahkan, festival pertunjukan rakyat diselenggarakan dalam rangka menghidupkan kembali kesenian tradisional yang ada di Kabupaten Pekalongan. “kesenian tradisional juga merupakan sarana komunikasi yang efektif untuk mengampaikan kebijakan pemerintah dan program-program yang akan dilakukan serta menangkal berita hoax. Meski saat ini era digital namun kesenian tradisional masih efektif dan diminati masyarakat,” jelas Anis.

Agar kesenian tradisional tetap lestari, Anis berharap semua pemangku kebijakan dan elemen masyakat untuk duduk bersama dan bersinergi untuk memberdayakan kesenian tradisional. “Dinporapar, Dindikbud, dan Dinkominfo beserta Dewan Kesenian Daerah (DKD), FK Metra dan Lesbumi perlu menyatukan langkah, karena selama ini masih berjalan sendiri-sendiri,” tuturnya.

Sementara panitia kegiatan, Eko Budi Susilo menjelaskan, tujuan diadakannya festival pertunjukan rakyat adalah untuk meningkatkan ketrampilan dan kemampuan para kelompok atau sanggar, dan juga sebagai pertimbangan untuk maju memilih perwakilan Kabupaten Pekalongan ditingkat propinsi. “dalam kegiatan ini kita mengambil tema tangkal berita Hoax dan mengokohkan kembali binheka tunggal ika,” terangnya.

Dalam kegiatan tersebut, akan di pilih dua kategori terbaik diantaranya kategori kelompok dan kategori pemain peserorangan. “untuk masing pemenang juara 1 sampai 3 akan diberikan uang pembinanaan, piagam, trophy dan penghargaan,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here