Sebanyak 111 dari 122 sekolah setingkat SMP sederajat di Kabupaten Pekalongan mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer atau UNBK. Untuk mengetahui pelaksanaan UNBK di kota santri, Bupati pekalongan didampingi sekda dan kepala OPD melakukan pantauan ke beberapa sekolah, Senin (22/4/2019).

Pantauan pertama dilakukan di SMP 1 Kedungwuni dan selanjutnya dilaksanakan di SMP 1 Wonopringgo.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi di sela-sela pantauan di SMP 1 Kedungwuni mengatakan bahwa di SMP 1 kedungwuni peserta ujian cukup banyak yakni mencapai 246 siswa yang terbagi dalam tiga shift. “saya pastikan penyelenggaraan UNBK dapat berjalan aman dan lancar juga tidak terkendala jaringan,” terang Asip.

Dari pantaunnya bupati menyimpulkan bahwa UNBK berjalan dengan baik karena para siswa sudah semakin terbiasa dengan ujian menggunakan komputer. “Pada UNBK tahun sebelumnya hanya diikuti 60 persen sekolah SMP sederajat saja akan tetapi pada tahun 2019 diikuti 91 persen sekolah dan sisanya yakni 9 persen akan diselesaikan pada tahun 2020,” jelas Bupati

Bupati Asip menuturkan dalam kesempatan pantauan tersebut bupati memotivasi siswa untuk dapat tenang dalam mengerjakan seluruh soal ujian dan percaya dengan kemapuan sendiri dengan tidak melakukan kecurangan seperti membawa contekan ataupun kecurangan yang lain. “Saya juga mengintruksikan kepada dinas pendidikan untuk mengecek seluruh sekolahan utamanya kesekolah-sekolah didaerah pantai yang tergenang rob agar dapat memastikan ujian dapat berjalan dengan lancar,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan Sumarwati menuturkan, Kabupaten Pekalongan telah melakukan persiapan pelaksanaan UNBK maupun UASBN yang di back up dari dana APBD. “Agar pelaksanaan UNBK berjalan dengan aman dan lancar, dindikbud telah bekerjasama dengan PLN untuk menjaga aliran listriknya dan juga dengan telkom agar jaringan dapat digunakan dengan lancar,” jelasnya

Selain itu, kata Sumarwati, Dinas Pendidikan juga membantu penyediaan genset untuk antisipasi ketika listrik padam. “Untuk jumlah siswa sendiri yang mengikuti ujian tingkat SMP sederajat sebanyak 13.303 siswa sedangkan untuk tingkat SD ada 17 ribuan lebih siswa yang melaksanakan UASBN,” pungkasnya. (FIK).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here