Eksotisme alam Kabupaten Pekalongan seolah tiada habisnya, banyak sekali spot wisata alam yang telah diresmikan pemkab, mulai dari wisata alam hingga panorama alam pegunungan. Dan kini, Kabupaten Pekalongan memperkenalkan spot wisata baru berupa Telaga Sigebyar yang berlokasi di dukuh Mangunan Desa Tlogohendro Kecamatan Petungkriono, Minggu (24/3).

Bupati Pekalongan berfoto bersama Wakil Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten di Telaga Sigebyar Mangunan, Minggu (23/3/2019)

Akses jalan menuju wisata tersebut sudah beraspal mulus. Telaga Sigebyar bisa ditempuh dari Kajen menuju Kecamatan Petungkriono, dengan memakan waktu kurang lebih 2 jam perjalanan.

Setelah sampai di dukuh Mangunan Desa Tlogohendro, wisatawan berjalan kaki sejauh 600 meter di trek jalan menanjak selebar dua meter dengan kondisi jalan berbatu.

Ketika sampai di Telaga Sigebyar, Wisatawan disambut dengan jennihnya telaga di ketinggian 1.500 mdpl yang memiliki luas 8 hektar, dengan latar pegunungan Kendeng. Batas antara Kabupaten Pekalongan dan Banjarnegara.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan, peresmian Telaga Sigebyar diharapkan bisa menambah destinasi wisata di Kabupaten Pekalongan sekaligus memberikan manfaat ke masyarakat.

“sektor wisata dapat menjadi pengungkit sektor ekonomi, mulai dari penyediaan home stay, jajanan, warung, tiket serta fasilitas lain,” kata Bupati.

Dijelaskannya, Pemkab mendukung penuh pengembangan wisata Telaga Sigebyar agar benar-benar menjadi salah satu destinasi wisata andalan Kabupaten Pekalongan. Sekaligus melengkapi wisata yang sudah ada dari wisata laut, budaya dan sebagainya.

“kita memberikan bantuan sebesar Rp. 250 juta yang akan digunakan warga untuk pembelian alat dan biaya operasional”. Tuturnya

Saat ini, lanjut Asiap, telaga sudah tersedia fasilitas berupa sewa perahu berkapasitas 12 penumpang dengan biaya Rp. 5 ribu per orang.

“Nanti tempat ini akan terus dikembangkan. Seperti membuat tempat Selfie yang instagramable,” terangnya.

Melengkapi wisata Telaga Sigebyar, tambah Bupati, bakal membuka jalur pendakian ke Puncak Pegunungan Kendeng diketinggian 2.040 mdpl. Untuk menuju puncak, wisata butuh waktu dua jam pendakian. “Dari puncaknya kita bisa melihat panorama alam kabupaten Banjarnegara, Batang, kota pekalongan dan pemalang,” tukas Bupati.

Sementara Kepala Desa Telogohendro, Kaslam mengatakan, upaya membuka destinasi wisata Telaga Sigebayar memakan waktu selama tiga bulan, dari membuka akses jalan dan membersihkan kawasan sekitar Telaga. “Kita gunakan dana Bumdes sebesar Rp. 125 juta untuk menggembangkan wisata ini, dengan menggandeng Kelompok Sadar wisata (Pokdarwis), kita libatkan juga masyarakat dalam kegiatan kerja bakti yang dilakukan seminggu sekali,” katanya.

Dikatakan Kaslam, sebelumnya Telaga Sigebyar masih belum dikenal oleh masyarakat luas. Padahal setiap Bulan syuro, warga Desa Tlogohendro melakukan nyadran dengan menyembelih kambing. Sedangkan 3 tahun sekali menyembelih sapi bule kemudian dilarung di telaga Sigebyar.

“Sekarang sudah mulai ramai, setiap akhir pekan setidaknya 200 wisatawan mengunjungi Telogo Sigebyar,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here