RKS- Dalam rangka meningkatkan hasil pertanian di Kabupaten Pekalongan, Pemkab Kota Santri menjalin kerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), Jumat (1/3/2019) Di Kecamatan Paninggaran.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Dinperindagkop UKM, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, dan Dinas Kelautan dan Perikanan dengan LPPM Institut Pertanian Bogor.

Bupati Pekalongan bersama Rektor IPB dan Kepala Dinas terkait berfoto bersama usai melakukan penandatangan kerjasama, Jumat (1/3/2019).

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan, ada banyak kerjasama yang dijalin dengan IPB diantaranya pembuatan Stasiun Lapang Agro Kreatif (SLAK), santri preneurship, inseminasi dan penggemukan sapi, dan mengatasi permasalahan hama cengkeh di Kecamatan Paninggaran. “selain itu kita juga akan meningkatkan produktivitas manggis, jambu, padi melalui pemberdayaan petani yang akan didampingi oleh ahlinya,” katanya.

Menurutnya, kerjasama dengan IPB juga akan spesifik mengurai permasalahan hama cengkeh yang dikeluhkan oleh petani yang membuat produktivitas turun drastis. “kami juga akan jadikan Kecamatan Paninggaran sebagai sentra Sapi, karena dari jumlah 22 ribu sapi di Kabupaten Pekalongan sekitar 5 ribu sapi diternak warga secara mandiri disini,” jelas bupati.

Sementara untuk padi, dikatakan Asip, produktivitasnya masih kalah dengan daerah bawah, karena setiap hektar sawah didaerah atas hanya mampu menghasilkan padi sebanyak 3 sampai 4 ton. “untuk daerah bawah mampu menghasilkan padi 9 ton perhektar, saya berharap dengan kerjasama dengan IPB ini juga dapat mendongkrak produktivitas padi, utamanya dengan menanam varietas unggul,” harapnya.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi berdialog tentang permasalahan yang dihadapi petani

Dalam kesempatan tersebut dihadiri oleh Rektor IPB, Wakil Bupati, Forkompimda, dan forkompimcam dan masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here