RKS- Ratusan durian yang dibentuk menjadi empat gunungan diarak mengelilingi desa kemudian dimakan secara bersama antara tamu undangan, aparat desa, warga dan pengunjung.

Gunungan durian tersebut merupakan bentuk tasyakuran ratusan Petani dan pedagang durian Desa Lemahabang Kecamatan doro Kabupaten Pekalongan atas hasil panen yang melimpah. 

“warga berinisiatif menggelar tasyakuran dengan memberikan 2-3 buah masing-masing petani yang dikumpulkan di Balaidesa kemudian dibagi-bagikan secara gratis kepada para pengunjung,” kata Muhidin salah seorang petani durian desa Lemahabang, Selasa (22/1/2019).

Dijelaskan Muhidin, sebagian durian yang dibagikan adalah jenis durian lokal seperti durian jenis jenang, klepon dan jenis lainnya. “jenis durian lokal memiliki rasa yang lebih legit, ada juga yang rasanya seperti jenang, ada juga yang rasanya pahit, manis dan bahkan ada yang mempunyai rasa pedas,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Lemahabang Kecamatan Doro Karnoto menambahkan, omzet penjualan durian lemahabang tahun ini lebih dari 2 milyar. Durian lemahabang tidak hanya dinikmati oleh warga Kabupaten Pekalongan saja akan tetapi juga ke berbagai daerah seperti ke semarang, jogja, dan beberapa Jawa Barat seperti Cirebon, Bandung dan Banten. “disini ada sekitar 200an petani dengan jumlah pohon sebanyak 10ribuan dengan tasyakuran ini kedepan panen akan semakin melimpah dengan kualitas yang bagus dan harganya akan lebih baik lagi,” terangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here