RKS- Jumlah Kasus Demam Berdarah Dengue atau DBD di Kabupaten Pekalongan pada Bulan Januari 2019 tercatat 30 kasus, hal itu meningkat 100 persen dari bulan yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 14 kasus.

Kasi P2 Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongab Yudi Suhada menjelaskan penyebaran kasus DBD dikantornya, Jumat (8/9/2019)

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, melalui Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit atau P2 Yudi Suhada saat dikonfirmasi RKS, Jumat (8/2/2019) mengatakan, dari 30 kasus tersebut 21 diantaranya dirawat di RSUD Kajen, dan 9 lainnya dirawat di RSI Pekajangan. “Kasus DBD terbanyak ada di Kecamatan Karanganyar yakni ada 7 kasus, disusul Kecamatan Kajen 6 kasus, Kedungwuni 4 kasus, Kecamatan Kesesi, Bojong dan Sragi 3 kasus, Wonopringgo 2 kasus, dan Kecamatan Buaran dan Kandangserang 1 kasus,” terangnya.

Ditambahkan Yudi, dari kasus DBD tersebut sampai saat ini belum ada yang meninggal dunia. “tingginya penyakit DBD ini ada keterkaitan dengan siklus 5 tahunan dimana salah satu faktornya adalah curah hujan yang tinggi, di kabupaten atau kota lain bahkan ada yang sudah mencapai ratusan kasus,” tuturnya.

Untuk mengatasi tingginya kasus DBD, dinas kesehatan sudah mengadakan beberapa program diantaranya, mengadakan rapat lintas sektoral, membuat surat edaran pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk atau PSN ke puskesmas, lintas OPD dan ke lembaga pendidikan. “selain itu kita juga membuat program satu rumah satu pemantau jentik nyamuk karena nyamuk penyebab DBD sering bersarang dirumah seperti ditempat dispenser, air penampungan belakang kulkas, air minum burung, bak mandi, dan tempat-tempat lain yang ada genangan airnya,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here