RKS- Penanganan kawasan kumuh di Desa Tangkil Kulon Kecamatan Kedungwuni dibangun unik, yakni menjadikan miniatur Jembatan Kalikuto sebagai pelengkap pembangunan jembatan yang membelah sungai.

Salah satu warga desa Tangkil Kulon Kunipah (45) mengaku senang di desanya dibangun tempat yang menarik, pasalnya dulu tempat tersebut sangat kumuh dan menjadi tempat pembuangan sampah dari masyarakat. “sebelum dibangun sungai terlihat sangat kotor akibat sampah rumah tangga dan akibatnya menjadi dangkal sehingga pada musim hujan kadang airnya meluap dan menggenangi pemukiman,” terangnya.

Sementara itu Himawan Sutanton, Konsultan Program Kotaku Kabupaten Pekalongan menuturkan, Desa Tangkil Kulon merupakan salah satu desa di Kabupaten Pekalongan yang masuk dalam SK Kumuh Bupati, selain itu juga menjadi salah satu desa yang mendapat Bantuan Dana Investasi Penataan Lingkungan Pemukiman Berbasis Komunitas atau BDI PLPBK untuk mengatasi ke kumuhan utamanya di RW 3. “masalah terbesar di desa ini adalah sampah, karena belum ada pengelolaan sampah yang baik, maka sungai disini di jadikan Tempat Pembuangan Sampah atau TPA akibatnya sungai menjadi dangkal dan menyebabkan banjir di beberapa titik,” katanya.

Himawan menambahkan, konsep penanganan kumuh di Desa Tangkil di Khususkan pada penataan sungai sehingga tidak lagi digunakan sebagai tempat pembuangan sampah. Tidak hanya itu, katanya, para konsultan juga dituntut untuk kreatif sehingga tidak hanya bebas kumuh saja akan tetapi juga dibangun dengan cantik agar dapat membuat kawasan menjadi indah, menarik sehingga diharapkan dapat menambah pendapatan bagi warga. “pembangunan miniatur Jembatan Kalikuto terinspirasi dari icon tol di Perbatasan Batang-Kendal, jembatan mini ini dibangun dengan panjang 4 meter dan lebar sekitar 2 meter, dan masyarakat sekitar antusias dengan pembangunan ini,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here