Kajen- Buku Laporan Kinerja 2018 yang ditulis oleh Badan pengawas pemilu atau Bawaslu kabupaten pekalongan akan menjadi saksi sejarah perjalanan demokrasi di kabupaten pekalongan.

Buku tersebut juga sebagai bentuk tanggungjawab bawaslu sebagai salah satu penyelenggara negara yang mempunyai kewajiban untuk melaporkan kinerjanya ke public atau masyarakat. “Selain itu, buku Kinerja juga akan menjadi monument atau artefak yang juga bisa bermanfaat bagi generasi yang akan datang maupun para mahasiswa yang akan mengadakan penelitian tentang dinamika pemilu di kabupaten pekalongan,” Tutur Asisten 1 Setda Kabupaten Pekalongan Ali Reza saat memberikan sambutan mewakili bupati pekalongan pada acara launching buku laporan kinerja 2018 oleh bawaslu kabupaten pekalongan, Jumat (4/12/2019).

Sementara itu Ketua Bawaslu Kabupaten Pekalongan Ahmad Dzul Fahmi mengatakan, Buku Kinerja 2018 merupakan potret kinerja selama tahun 2018 terkait kepemiluan yang terjadi di Kabupaten Pekalongan. Menurutnya ada dua even pemilu di tahun 2018 yang terjadi yakni Pilkada dan Pemilu serentak. “buku ini lebih fokus membahas dinamika pemilu yang mulai memanas pada 23 september yang lalu sejak dimulainya masa kampanye,” terangnya.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Pekalongan Wahyudi Sutrisno menambahkan tujuan peluncuran buku tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban Bawaslu Kabupaten Pekalongan kepada masyarakat sehingga informasi terkait kegiatan kepengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu dapat diakses oleh publik. “dalam buku ini menyajikan dinamika kepengawasan seperti partai PKPI yang dinyatakan tidak memenuhi syarat dan sampai sekarang belum mengajukan gugatan, kita juga melakukan pencermatan daftar pemilih tetap pasca pilkada dan yang terakhir telah membuat perbaikan DPTHB pada desember tahun lalu,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here