KAJEN – Sebanyak 28 guru di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pekalongan, Senin sore kemarin (17/12), diberikan tugas tambahan sebagai kepala sekolah-sekolah setempat.

Pemberian amanah tugas baru bagi guru sebagai kepala sekolah tersebut, dilakukan langsung oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, dan disaksikan secara langsung oleh Sekda Mukaromah Syakoer, Kepala Dindikbud Sumarwati, Asisten Pemerintahan Ali Riza, serta pejabat teras di lingkungan Pemkab.

Pada kesempatan tersebut, bupati menyampaikan bahwa dalam pemberian tugas tambahan tersebut sebagai kepala sekolah ada yang senang dan tidak. Karena berbagai alasan, baik lokasi sekolah tidak sesuai dengan keinginan atau lainnya.

“Namun perjalanan tugas bagi Administratur Sipil Negara (ASN) itu sudah biasa, disesuaikan kebutuhan. Sehingga, semua ASN dimungkinkan melakukan banyak perjalanan perpindahan tugas, sebagai amanah dan harus dilaksanakan secara baik,” kata bupati.

Karena itu, suka tidak suka, amanah yang sudah diterima dan telah dilakukan sumpah menggunakan Al Quran harus dijalankan secara ikhlas, untuk mendidik generasi bangsa, agar Kabupaten Pekalongan memiliki SDM berkualitas hasil didikan guru-guru profesional dan memegang teguh janji tugas.

Selain memberikan tugas kepada 28 guru, orang nomor satu di Kabupaten Pekalongan itu juga mengangkat 1 orang pejabat fungsional auditor yakni Lilis Sugiarti yang semula menjabat sebagai Analis Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan Subbagian Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan Inspektorat, menjadi Auditor Muda Inspektorat.

“Untuk jabatan auditor ini saya juga meminta agar menjalankan tugasnya secara baik sesuai dengan langkah pembangunan di Kabupaten Pekalongan, untuk bekerja sebagai pelayan masyarakat, serta melakukan inovasi-inovasi pengembangan, agar tercapai kemajuan serta prestasi,” tandas Asip.

Kemudian, pada kesempatan yang sama sebanyak empat orang diangkat dalam jabatan fungsional bidan, masing-masing Rani Yuana Putri, Siti Amanah, Junaeti, dan Yuni Kustami. Pada pengangkatan ini, bupati paling banyak menyampaikan kritik serta pesan.

Menurut Asip, tugas bidan sebagai profesi mulia masih menjadi perhatian dan sorotan masyarakat, terutama bidan desa. Banyak aduan terkait bidan desa yang tidak pernah berada di lokasi desa tempat bertugas, karena berdomisili jauh.

Sehingga untuk masalah tersebut bupati meminta dilakukan regulasi tugas yang baik bagi bidan desa, agar desa tidak pernah ditinggalkan oleh bidan bertugas. Karena keberadaan bidan sangat dibutuhkan oleh masyarakat desa.

“Terutama dalam mengawal ibu hamil, proses kelahiran bayi yang baik, agar dapat menciptakan generasi-generasi tumbuh sehat, tumbuh hebat, serta menjadi SDM bagi daerah. Bukan kelahiran-kelahiran bayi mengkhawatirkan,” ungkap bupati. (red)

Publisher : aris

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here